PENYERANGAN GEREJA

Bacaan :  Yohanes 16 : 33

Nas : Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu,  Aku telah mengalahkan dunia”.

            Berita pemboman 3 gedung gereja di Surabaya pada hari minggu 13 Mei 2018 yang mengakibatkan 13 orang meninggal dan 43 orang luka-luka sangat mengejutkan dan mengerikan. Pengeboman dilakukan oleh satu keluarga dengan bom bunuh diri. Kepala keluarganya bernama Dita Upriyanto, isterinya bernama Fuji Kuswati, anak lelaki dua bernama Yusuf Fadil (18), Firman Halim (16). Saat meledakkan bom Fuji Kuswati menggendong 2 anak perempuan bernama Fadilah Sari (12) dan Famela Riskita (9). Kedua anak perempuan ini ikut tewas. Kejadian yang tragis dan memilukan hati bagi kita yang mendengar dan melihat. Tapi bagi mereka dan golongannya mungkin sebagai kebanggaan karena misinya berhasil.

            Peristiwa tragis ini bukan hal yang baru, karena sudah berulang kali gereja dihancurkan di beberapa tempat di Indonesia. Kali ini pelakunya satu keluarga. Pada tahun 2000, pelakunya masyarakat. Sekelompok orang berkumpul di jalan, dipimpin oleh seorang polisi, menuju sebuah gedung gereja untuk menghancurkan dan membakar gereja tersebut.

            Suatu fakta sejarah hitam bagi terkoyaknya asas kerukunan berbangsa dan bernegara yang mendambakan kehidupan yang harmonis, berdampingan secara damai. Namun apa pun yang terjadi, dengan jatuhnya korban meninggal dan luka-luka, kita tidak perlu menjadi prihatin, sebab dalam penderitaan terkandung berkat. Justru dengan penghancuran gereja, kita memperoleh pupuk bagi benih-benih yang tumbuh, gereja baru di mana-mana. Semakin gereja diserang, semakin gereja itu subur. Aneh tapi nyata, namun hal ini sudah disabdakan Tuhan Yesus : “Dalam dunia kamu menderita…”.

            Kepala si Ular tua dari Firdaus sudah dihancurkan oleh sang Raja Mesias, tinggal ekornya saja yang masih kopat-kapit. Namun, tetap masih berbahaya, karena itu kita layak waspada, seperti pesan rasul Petrus : “sadarlah dan berjaga-jagalah, lawanmu si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (I Petrus 5:8). Hanya 3 gedung gereja yang dibom di Surabaya, masih banyak ratusan gereja yang berdiri megah di Jatim, Jateng, Jabar, Sumatra dan seluruh Indonesia. Gereja tetap akan berdiri megah hingga kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya di dunia ini, sebab gereja adalah simbol atau tanda kehadiran Kerajaan Allah di bumi. Apalagi jika diingat bahwa ada banyak gereja yang belum muncul, yaitu Gereja yang akan datang, atau Gereja generasi kita yang baru, yang lebih besar dan kuat.

            Gereja itu hidup. Segala yang hidup itu berubah, bergerak, bertumbuh menjadi besar dan akhirnya berbuah. Benih gereja bertebaran di mana-mana meliputi ruang dan area kehidupan umat manusia. Namun, ada juga gereja yang pernah muncul, ada, kemudian hilang dari permukaan bumi seperti gereja yang disebut dalam Alkitab : Jemaat Efesus, Jemaat Smirna, Pergamus, Sardis, Filadelphia, Loodekia. Daerah Asia Kecil itu sekarang ditempati bangsa Turki. Namun, benih-benih gereja bermunculan di benua Eropa, Afrika dan Amerika, yang daerahnya lebih luas dari Asia.

                                                                                                                                       (S.Hs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *