Renungan Harian 25 Januari 2021

Bacaan : Matius 13 : 1 – 23

Nas : Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” (ay. 23)

Firman yang Berbuah

Keberadaan Tuhan Yesus selalu menarik perhatian banyak orang (2). Namun, kali ini ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tidak mengikuti Yesus sebab Yesus tidak sedang mengajar di rumah ibadat. Pengajaran Tuhan Yesus saat itu ditujukan kepada orang banyak dan Ia mengajar tentang Kerajaan Allah.

Tuhan Yesus berbicara dan mengajar mereka dengan menggunakan perumpamaan (3). Perumpamaan yang disampaikan berbicara tentang hal sehari-hari yang sudah dipahami oleh orang Yahudi pada zaman itu. Dengan menggunakan perumpamaan, ajaran Tuhan Yesus dapat dengan mudah dipahami oleh banyak orang.

Perumpamaan tentang seorang penabur mencerminkan kehidupan masyarakat agraris atau suka bercocok tanam pada masa itu. Seorang penabur biasanya akan menaruh benih di sebuah kantong dan ia akan mengambil segenggam sambil berjalan melintasi ladang. Ia akan melemparkan benih itu ke sisi kiri dan sisi kanan ladang yang dilintasinya.

Benih yang dilemparkan oleh penabur itu bisa jatuh di pinggir jalan, tanah berbatu, tempat penuh semak duri, atau tempat subur (4-8). Arti dari perumpamaan ini, Sang Penabur adalah Yesus sendiri, dan benih yang ditabur adalah firman Tuhan yang diajarkan-Nya. Hasil dari pemberitaan firman Tuhan dijelaskan melalui empat jenis benih yang jatuh di tempat yang berbeda-beda.

Ada orang yang menolak firman Tuhan sehingga tidak bertumbuh. Ada yang tidak berakar mendalam sehingga tidak tahan menghadapi tantangan hidup. Ada yang tidak menjadikan firman Tuhan sebagai prinsip hidup sehingga selalu khawatir tentang hidupnya. Ada yang punya hati yang terbuka, tekun, dan tidak mudah menyerah sehingga hidupnya senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan. Lalu, kita masing-masing termasuk tipe yang mana?

Selama mengikut Yesus, sudahkah kita mengalami perubahan? Apakah kita bersedia diubah? Bagaimana kita merespons firman Tuhan dengan baik? Bagaimana kita menerapkan firman Tuhan sebagai prinsip hidup kita?

Pokok doa:

  • Hidup supaya berbuah
  • Keluarga dan pekerjaan
  • Yang sakit dan bergumul karena persoalan
  • Penanganan bencana dan pandemi

Tuhan memberkati ?

Scroll Up